HOME
Home » Cerpen » cerpen indonesia » Cerpen Terbaru » Tak Berpikir Membuat Hidup Lebih Mudah (Bukan Malin Kundang)

Tak Berpikir Membuat Hidup Lebih Mudah (Bukan Malin Kundang)

Posted at September 2nd, 2016 | Categorised in Cerpen, cerpen indonesia, Cerpen Terbaru
Sebuah batu dan kerikil hidup berdampingan selama puluhan tahun. Mereka hanya berdua selama bertahun-tahun tersebut dan membicarakan hal-hal yang hanya terlintas di hadapan mereka.
Suatu waktu, si batu mengeluh atas hidupnya sebagai batu.
Tak Berpikir Membuat Hidup Lebih Mudah (Bukan Malin Kundang)
Cerita Tentang Batu dan Kerikil
Hendri (sang kerikil): kak, kenapa kamu mengeluh tiap hari? Bukankah hidup kita lebih menyenangkan dibanding daun kering itu yang sudah gugur?
Malin (sang batu): ah, aku bosan dengan kehidupan kita ini. Hanya berdiam diri dan hanya melihat-lihat sekitar kita.
Hendri: yah, aku tak mengerti jalan pikiranmu kakak?
Malin: kadang aku iri dengan manusia-manusia itu yang suka berjalan, berburu, dan bahkan saling berpegangan tangan.
Hendri: lalu, apa yang ingin kau lakukan kak?
Malin: tidak bisa kah kita berdoa kepada Tuhan agar kita dijadikan Manusia?
Hendri: baiklah kak, aku akan menemanimu.
Sang kerikil dan sang batu tak henti-hentinya berdoa setiap hari agar Tuhan menjadikan mereka berwujud manusia. Hingga suatu ketika sesosok cahaya menghampiri mereka dan berkata:

“Tuhan mengambulkan doa kalian”.

Maka jadilah mereka dua orang manusia. Mereka lalu mengumpulkan daun-daun dan kulit kayu pohon untuk menutupi tubuh mereka seperti yang dilakukan manusia lainnya. Dengan keajaiban, maka jadilah pakaian seperti yang dipakai oleh manusia.

Mereka menjalani kehidupan manusia seutuhnya, merasakan makanan yang lezat-lezat, merasakan cinta, hingga menikah dengan wanita yang dicintainya dan mempunyai keturunan. Mereka tampak menikmati kehidupannya yang sekarang, tapi sang hendri berbeda dan tak ingin menikmati kehidupan sebagai manusia seutuhnya karena sesuai janjinya hanya ingin menemani sang kakak.
Hingga suatu ketika, seluruh keluarganya meninggal dimakan usia. karena mereka berdua diciptakan dari batu yang keras dan tidak liat sehingga umur mereka lebih lama ketimbang manusia-manusia lainnya. kesedihan, kesengsaraan, dan kemelaratan mengikutinya. tak ada nikmat hidup manusia lagi yang dirasakan dan yang ada hanya kesengsaraan yang menimpa. perbincangan berdua pun terjadi tentang nasib mereka.
Baca Juga: Aku Ingin Mati Tapi Tak Tau Caranya
Malin: kemarin, aku berkaca di depan cermin dalam waktu yang sangat lama.
Hendri: …… (menatap sang Malin sambil meneguk wine kesukaannya).
Malin: Aku terlihat bodoh dan menyedihkan.
Hendri: hmmm……
Malin: Aku sudah berumur ratusan tahun tapi masih tak tahu harus apa yang harus dilakukan dalam hidup ini.
Hendri: fyuuhh… (menghela nafas).
Malin: Apa tak ada kata lagi yang kau ucapkan?.
Hendri: jangan terlalu memaksakan pada dirimu kak. lagipula orang-orang juga tidak peduli.
Malin: haahh,… (berdiri dan hendak pergi keluar dari tempat duduknya).
Hendri: kak, kau mau kemana?
Malin: Pulanglah duluan.
Hendri: beberapa hari ini, kamu selalu menyerah terhadap harapanmu, tapi harapanmu sendiri adalah kebahagiaan. jadi ayo kita pulang.
Malin: itu adalah hal terpintar yang pernah kau katakan. baiklah, ayo kita pulang.
Hendri: akhirnya kamu mengerti, aku khawatir tentangmu kak.
Malin: Jangan pedulikan aku lagi, aku hanya ingin memulai hidup yang sesungguhnya. jadi, aku akan kembali menjadi batu.
Hendri: biarkan aku menemanimu menjadi kerikil lagi.
Merekapun berdua menjadi sang batu dan sang kerikil kembali, menjalani hari-harinya lagi yang hanya berdiam diri di tempat.
Hendri: Kak, apa kamu senang menjadi batu lagi?
Malin: tentu.
Hendri: tapi, kau tak bisa apa-apa sekarang. kau juga mungkin tak bisa berpikir sekarang.
Malin: tak berpikir membuat hidup lebih mudah.
Hendri: yah,… (Sambil tersenyum).

at 18:00, 02 september 2016
Jumadil Awal

Tags :

No comment for Tak Berpikir Membuat Hidup Lebih Mudah (Bukan Malin Kundang)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Post to Tak Berpikir Membuat Hidup Lebih Mudah (Bukan Malin Kundang)

Aku Ingin Mati Tapi Tak Tau Caranya

Posted at August 31, 2016

Dua orang Pemuda tengah sedang asyik menikmati derau angin pada sebuah taman hijau. Dengan penampilan yang kumal dan bertubuh kurus serta pakaian yang sudah... Read More

Ketika Jodoh yang di Nanti Tak Kunjung Datang

Ketika Jodoh yang di Nanti Tak Kunjung Datang

Posted at June 26, 2015

Ketika Jodoh yang di Nanti Tak Kunjung Datang By : Husna EPISODE 1 “Tak banyak pria yang tahu betapa berat rasanya jika seoarang wanita... Read More

Manisnya Pun Ku Kecup

Manisnya Pun Ku Kecup

Posted at June 17, 2015

Episode 2 “Husna, yuk ambil no peserta” ajak Nyoman yang duduk bersebelahan denganku.Satu per satu peserta mengambil nomor urut yang telah di sediakan pak... Read More

Seragam Lusuh Membawaku ke Singapura

Seragam Lusuh Membawaku ke Singapura

Posted at May 13, 2015

Halo sahabat kitaberbagi.info, admin akan membagikan sebuah cerpen yang di tulis oleh salah satu siswa admin. Siswa admin ini namanya Najwa Latief. Salah satu... Read More

Engkau Tetap Sahabatku; Sebuah Arti Persahabatan

Engkau Tetap Sahabatku; Sebuah Arti Persahabatan

Posted at April 4, 2015

Engkau Tetap Sahabatku By Husna Hampir empat tahun berlalu, sebuah pertanyaan yang masih melekat dalam pikiran teman-temanku saat ini terucap kembali dalam reunian yang... Read More