Mencari Jodoh Ibarat Membeli Sepasang Sepatu

0 48
Mencari Jodoh Ibarat Membeli Sepasang Sepatu

Menemukan dan mencari jodoh memanglah diibaratkan seperti membeli sebuah baju.
Sulit, dan Ia harus pas dihati.

Bukan hanya memikirkan apakah ia cantik, bukan. Kecantikan hanyalah relatif yang bisa dipoles apabila lipstik, merah pipi, celak, bahkan bedak mahal tersedia di meja kamar.
Kecanggihan teknologi pun sudah sangat hebat, tinggal angkut dan bungkus ke Korea, pergi tampang pas-pasan, pulangnya jadi Nissa Sabyan.

Mencari jodoh boleh dikata ibarat membeli celana, Bukan masalah tinggi dan lebar. Jodoh itu bukan seperti iklan susu yang ketika minum susu tumbuhnya ke atas bukan kesamping.
Keunggulan fashion sekarang ini sudah makin berjaya, Anda tinggal beri sepatu ber Hak tinggi, maka ia akan ideal.
Wanita bertubuh pendek dan bertubuh lebar pula tak selamanya tidak ideal, asalkan pas di hati.

Mencari Jodoh itu ibarat membeli sepasang sepatu, Kadang sulit.
Namun, Ketika Sepatu itu sempit atau longgar, maka hanya ada dua pilihan. Apakah kita membuangnya ataukah kita tetap memakainya. Seperti itulah Jodoh.

Jodoh itu seenggaknya Ia harus tau Siapa Tuhan dan Siapa Nabinya. Asalkan Ia pandai ibadah dan pandai menutup auratnya.
Bukan seberapa buruk masa lalunya.
Bukan,
Anda harus memikirkan masa depannya bukan masa lalunya. Asalkan ia telah ada di Jalan tobatnya.

Pun Tingkat iman seorang wanita tergantung kepada lelakinya, kapabel menjadi Imam. Bukan hanya imam sholat tapi harus jadi Imam untuk keluarga yang telah dijalani.

Luwu, 15:09, 27 Januari 2019

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

Lewat ke baris perkakas