HOME
Home » Inspirasi Dan Motivasi » inspirasi hidup » Love Story » Kisah Inspirasi Cinta Ustadz Jefri dan Istrinya Pipik

Kisah Inspirasi Cinta Ustadz Jefri dan Istrinya Pipik

Posted at November 28th, 2015 | Categorised in Inspirasi Dan Motivasi, inspirasi hidup, Love Story
Kisah inspirasi Cinta dari Ustadz Jefri Al Buchori dan Istrinya Pipik Dian Irawati ini sangat menggugah rasa jiwa dan hati kita. bagaimana tidak, seorang mantan pecandu narkoba yang kini telah terkenal akibat ceramahnya yang unik dan kisah cintanya bersama sang istri sangat manis yang membuat pembaca sekalian akan merasakan betapa indahnya cinta itu apabila berada di jalan Tuhan.
Image by: Arrahmah.com
Nah berikut ini adalah Kisah Inspiratif cinta dari Almarhum Ustadz Jefri Al Buchori bersama istrinya.
Siapa yang tahu kalau ustadz kondangan ini ternyata dulunya adalah pecandu narkoba dan terkenal nakal dimasa mudanya. Perjalanan hidup jefri sebelum menjadi ustadz sungguh dahsyat bergejolak dan masuk kedalam lembah kehidupan yang hitam. Ibaratnya adalah beliau masih belum mengetahui akan nikmatnya cinta yang sebenarnya.
Perjalanan hidup jefri mulai dari dunia malam, menjadi artis, hingga mengenal obat-obatan terlarang ternyata mengantarkannya menjadi inspirator negeri. Sehingga tak bisa kita pungkiri sekarang beredar kata motivasi “Carilah Pasangan yang Sudah Nakal, Bukan Pasangan yang Baru Nakal”. Kata ini tepat sekali mengungkapkan bahwasanya hidup itu penuh dengan perubahan yang manis dan indah.
Berikut tuturan indah cinta sang ustadz.

Menemukan Bidari Tercantik

Setelah berkali-kali jatuh-bangun, akhirnya Jeffry kembali dekat pada agama. Kasih sayang kekasih yang akhirnya menjadi istri ikut menjadi pembangkit semangatnya. Perjuangannya menjadi ustaz cukup berat sampai akhirnya ia sukses jadi penceramah. Sepulang umrah, aku mencoba hidup lurus. Namun, lagi-lagi aku tergoda. Suatu malam, aku dan teman-teman berencana nonton jazz di Ancol. Aku memperingatkan mereka untuk tidak bawa narkoba, karena kami sudah sepakat untuk berhenti memakai. Ternyata, salah satu temanku masih saja membawa cimeng. Apesnya, kami dirazia polisi di depan Hailai.
Teman-temanku yang lain kabur. Tinggallah aku, temanku yang membawa cimeng, dan satu teman lain. Aku sulit kabur karena mobil yang kami pakai adalah mobilku. Akhirnya kami bertiga dibawa ke kantor polisi dan ditahan. Aku dilepas karena tak terbukti membawa. Kucoba telepon Umi untuk menjelaskan masalah ini, tapi Umi tak mau menerima teleponku.
Si penerima telepon malah diminta Umi untuk mengatakan, beliau tak punya anak bernama Jeffry. Hatiku tercabik-cabik. Pedih rasanya tak diakui sebagai anak oleh Umi. Kuakui, pastilah hati Umi sudah sedemikian sakitnya. Bayangkan, aku yang sebelumnya sudah mengaku bertobat, malah kembali memilih jalan yang salah.
Meski aku sudah bersumpah demi Tuhan tidak memakai narkoba lagi, Umi tak percaya lagi. Itulah puncak kemarahan Umi. Sungguh bersyukur, Allah masih berkenan menolongku. Datang seorang gadis cantik dalam hidupku. Ia mau menerimaku apa adanya. Sebelumnya, banyak gadis meninggalkanku sehingga aku merasa sebatang kara dalam cinta. Gadis bernama Pipik Dian Irawati ini seorang model sampul sebuah majalah remaja tahun 1995, asal Semarang.

Jefri Sering Cuek Kalau Lagi Jalan

Ini adalah penuturan Pipik: Aku pertama kali melihatnya sedang makan nasi goreng di Menteng sekitar tahun 1996 – 1997. Rambutnya gondrong. Waktu itu, aku bersama Gugun Gondrong. Setahuku, Jeffry adalah pemain sinetron Kerinduan, karena aku mengikuti ceritanya. Aku ingin berkenalan dengannya, tapi Gugun melarangku.
Tak tahunya, waktu buka puasa bersama di rumah Pontjo Sutowo, aku bertemu lagi dengannya. Rambutnya sudah dipotong pendek. Aku nekat berkenalan. Kami mulai dekat dan saling menelepon. Aku enggak tahu kapan kami resmi pacaran, karena enggak pernah “jadian”. Dia juga tak pernah menyatakan cinta. Waktu pacaran, dia cuek setengah mati.
Awalnya, semangatnya boleh juga. Pertama kami pergi bareng, dia datang ke rumah di Kebon Jeruk, di tengah hujan deras dari rumahnya di Mangga Dua. Jeffry naik taksi dengan memakai jins dan sepatu bot. Ia yang hanya bawa uang Rp 50 ribu, mengajakku nonton di Mal Taman Anggrek. Di dalam bioskop, kami seperti nonton sendiri-sendiri. Dia diam saja selama nonton.
Sejak itu, kami sering jalan bareng, karena kami memang hobi nonton dan makan. Semakin dekat dengannya, aku makin tahu ternyata dia pemakai narkoba kelas berat. Teman-temanku mulai bertanya, mengapa aku mau berpacaran dengannya. Aku sendiri tak tahu persis alasannya. Mungkin rasa sayang yang sudah terlanjur muncul dalam hati yang membuatku mau bertahan. Hatiku terenyuh dan tak mau meninggalkan dia sendiri.
Tentu saja keluargaku tak ada yang tahu, karena sengaja kusembunyikan. Mungkin mereka baru tahu sekarang, setelah membaca kisah hidupnya di berbagai media. Sementara itu, aku sibuk tur keluar kota sebagai model, sehingga kami sering tak ketemu. Akhirnya kami putus. Waktu akhirnya ketemu lagi, ternyata dia sudah punya pacar lagi. Karena masih sayang, aku sering membawakannya hadiah dan memberi perhatian. Setelah Jeffry putus dari pacarnya, kami kembali bersatu.)
Menurut tuturan jefri: Pipik sangat berarti buatku. Dia mengerti, peduli dan perhatian padaku. Padahal, aku sempat hampir menikah dengan orang lain. Ternyata Allah sayang padaku. Allah menunjukkan, wanita yang nyaris kunikahi itu bukan untukku. Pipik bagai bidadari yang datang dengan cinta yang besar. Ia memberi keyakinan, menikah dengannya akan membawa perubahan besar dalam hidupku.
Aku mendatangi Umi dan minta izin untuk menikah. Luar biasa, Umi tetap menerimaku dengan segala kasih sayangnya. Sambil menangis, Umi mengizinkanku menikah. Aku sendiri terbilang nekat. Sebab, waktu itu aku tak punya apa-apa. Badan pun kurus kering, dengan mata belok, dan penyakit paranoid yang kuderita tak kunjung sembuh. Bahkan, pekerjaan pun aku tak punya.
Untuk menghindari maksiat, kami menikah di bawah tangan pada tahun 1999. Teman-temanku yang sekarang sudah meninggal karena over dosis, sempat menghadiri pernikahanku. Setelah itu, kami tinggal di rumah Umi. Sekitar 4 – 5 bulan setelah itu, kami menikah secara resmi di Semarang.
Namun, menikah rupanya tak cukup menghentikan kebandelanku. Istriku pun merasakan getahnya. Aku pernah memakai narkoba di depannya, dan menggunakan uangnya untuk membeli barang haram tersebut.
Kesulitan lain, aku dan Pipik sama-sama menganggur. Pernah kami mencoba berdagang kue. Malam hari kami menggoreng kacang, esok paginya bikin kue isi kacang dan susu. Lalu kami titipkan ke toko kue.
Tapi mungkin rezeki kami bukan di situ. Kue yang kami buat hanya laku beberapa buah. Dalam sehari kami hanya membawa pulang Rp 200 – 300. Akhirnya kami berhenti berjualan kue. Kehidupan kami selanjutnya kami jalani dengan penuh perjuangan sekaligus kesabaran.
Kesetiaan Pipik begitu luar biasa. Simak penuturannya berikut ini. (Perasaan sayang yang sangat kuat membuatku mantap menikah dengannya. Aku tak peduli lagi meski dia pecandu, bahkan pernah mengalami over dosis dan hampir gila karena paranoidnya. Aku banyak mengalami hal-hal luar biasa dengannya. Kalau tidak sabar, mungkin aku sudah tidak bersamanya lagi.
Awal menikah, kami tinggal di rumah Umi. Meski hidup seadanya, beliaulah yang membiayai hidup kami. Aku dan Jeffry tak jarang makan sepiring berdua, karena memang benar-benar tak ada yang bisa dimakan. Berat rasanya jadi istri dari suami penganggur, apalagi setelah menikah aku tidak lagi bekerja.
Tapi aku yakin, Allah tidak mungkin memberikan cobaan pada umat-Nya melebihi kemampuannya. Aku yakin, pasti ada sesuatu yang akan diberikan Allah padaku. Beruntung, Umi sangat sayang padaku.
Aku sendiri tak jera memberi masukan padanya untuk mengubah hidup. Kami sama-sama saling belajar menerima kelebihan dan kekurangan satu sama lain. Pelan-pelan, hidupnya mulai berubah menjadi lebih baik, terutama setelah aku hamil. Mungkin dia sendiri sudah capek dengan kehidupannya yang seperti itu.)
Pelan-pelan, aku (Jefri) kembali dekat pada agama. Perubahan besar terjadi dalam hidupku pada tahun 2000. Kala itu, Fathul Hayat, kakak keduaku yang setengah tahun silam meninggal karena kanker otak, memintaku menggantikannya memberi khotbah Jumat di Mangga Dua. Pada waktu bersamaan, dia diminta menjadi imam besar di Singapura.
Fathul memang seorang pendakwah. Selama dia di Singapura, semua jadwal ceramahnya diberikan padaku. Pertama kali ceramah, aku mendapat honor Rp 35 ribu. Uang dalam amplop itu kuserahkan pada Pipik. Kukatakan padanya, ini uang halal pertama yang bisa kuberikan padanya. Kami berpelukan sambil bertangisan.
Selanjutnya, kakakku memintaku untuk mulai menjadi ustaz. Inilah jalan hidup yang kemudian kupilih. Betapa indah hidup di jalan Allah. Aku mulai berceramah dan diundang ke acara seminar narkoba di berbagai tempat. Namun, perjuanganku tak semudah membalik telapak tangan. Tak semua orang mau mendengarkan ceramahku karena aku mantan pemakai narkoba. Tapi aku mencoba sabar.
Alhamdulillah, makin lama ceramahku makin bisa diterima banyak orang. Bahkan sekarang, aku banyak diundang untuk ceramah di mana-mana, termasuk di luar kota dan stasiun teve. Aku bersyukur bisa diterima semua kalangan. Aku pun ingin berdakwah untuk siapa saja. Aku ingin punya majelis taklim yang jemaahnya waria. Mereka, kan, juga punya hak untuk mendapatkan dakwah.
Kebahagiaan kami bertambah ketika tahun 2000 itu, lahir anak pertama kami, Adiba Kanza Az-Zahra. Dua tahun kemudian, anak kedua Mohammad Abidzan Algifari juga hadir di tengah kami. Mereka, juga istriku, adalah inspirasi dan kekuatan dakwahku. Kehidupan kami makin lengkap rasanya.
Sampai sekarang, aku masih terus berproses berusaha menjadi orang yang lebih baik. Semoga, kisahku ini bisa jadi bahan pertimbangan yang baik untuk menjalani hidup. Pesanku, cintailah Tuhan dan orangtuamu, serta pilihlah teman yang baik.
Tags :

No comment for Kisah Inspirasi Cinta Ustadz Jefri dan Istrinya Pipik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Post to Kisah Inspirasi Cinta Ustadz Jefri dan Istrinya Pipik

Muslimah Tercantik di Dunia – Ayana Jihye Moon dari Korea Selatan

Muslimah Tercantik di Dunia – Ayana Jihye Moon dari Korea Selatan

Posted at January 29, 2017

Muslimah Tercantik di Dunia – Akhir-akhir ini Ayana Jihye Moon (21) dari Korea Selatan menjadi sorotan publik karena kecantikannya memakai jilbab, Ayanan sebenarnya wanita Muallaf... Read More

Kisah Inspiratif Muslimah Berjilbab, Ria Miranda Sukses Dengan Bisnisnya

Kisah Inspiratif Muslimah Berjilbab, Ria Miranda Sukses Dengan Bisnisnya

Posted at January 16, 2017

Kisah Inspiratif Muslimah Berjilbab – Siapa bilang wanita berhijab atau berjilbab tidak mampu untuk sukses di bidang bisnis. Ria Miranda buktinya, wanita muslimah cantik... Read More

Kisah Wanita Muslimah Cantik, Sally Giovanny Milioner Batik

Kisah Wanita Muslimah Cantik, Sally Giovanny Milioner Batik

Posted at December 17, 2016

Kisah Wanita Muslimah Cantik – Sally Giovanny seorang Wanita Muallaf Pebisnis muda nan ayu ini telah menginspirasi banyak pebisnis-pebisnis muda lainnya. Giovanny pebisnis muda asal cirebon mengembangkan ekspansinya dan... Read More

Aku Ingin Mati Tapi Tak Tau Caranya

Posted at August 31, 2016

Dua orang Pemuda tengah sedang asyik menikmati derau angin pada sebuah taman hijau. Dengan penampilan yang kumal dan bertubuh kurus serta pakaian yang sudah... Read More

8 Karakter Wanita Terbaik yang Patut Dijadikan Istri

8 Karakter Wanita Terbaik yang Patut Dijadikan Istri

Posted at July 2, 2016

8 Karakter Wanita Terbaik yang Patut Dijadikan Istri – Karakter Wanita. Sifat atau karakter wanita terbaik yang patut dijadikan Istri. Pasti selalu diidam-idamkan oleh... Read More