Jadilah Engkau Seorang Aktivis


Ini adalah kata kata aktivis

Jadilah Engkau Seorang Aktivis

Kupersembahkan untuk adik-adik mahasiswa
Untuk sobatku yang masih menduduki jabatan sebagai mahasiswa,
Apakah kalian masih ingat dengan pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan oleh para senior kalian saat pertama kali menjejaki dunia kampus?. Ya kalian diberikan sebuah pertanyaan sekaligus pilihan, mau jadi mahasiswa yang aktivis atau akademis?? Dua-duanya sangat penting karena keduanya merupakan ciri mahasiswa yang ideal. Mahasiwa yang memiliki Tri Dharma Mahasiswa yaitu Agent of Change, Moral Force dan Social Control. Dimana mahasiswa adalah pembawa perubahan (yang bener???? Bener loh...) Sejarah gerakan mahasiswa berawal pada tahun 1908 oleh mahasiswa Budi Utomo (wah...Sobat belum lahir tuch). Kemudian setelah itu tahun 1928 terbentuklah PPI (Perhimpunan Pelajar Indonesia) yang menciptakan sebuah momentum lahirnya Sumpah Pemuda ( Sobat masih inget kan dengan isi Sumpah Pemuda?). Terus sobat mahasiswa masih inget nggak waktu Soekarno turun jabatan alias tumbangnya pemerintahan Soekarno? Kenapa bisa tumbang? Ya pemicunya antara lain adanya stabilitas politik, inflasi ekonomi dan pertarungan ideologi. Siapa hayo yang membuatnya turun?? Ya mahasiswa, salah satunya adalah mahasiswa UI yang tergabung dalam KAMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia) di situ tuch awal mulanya mahasiswa indonesia dari berbagai organisasi bersatu (begitulah sepenggal cerita dari film Soe Hoek Gie ). Terbuktikan bahwa mahasiswalah yang membawa perubahan. Mau bukti lagi...inget nggak sama peristiwa turunnya Soeharto dan pergantian masa orde lama ke masa orde baru? Siapa yang melakukan perubahan? Ya Mahasiswa......seluruh mahasiswa di Indonesia unjuk rasa tuch (keinget lagi nich sama tragedi Tri Sakti ). Ya itulah sekilas mengenai Mahasiswa ....

Nah sobat mahasiswa , bersyukur dech karena masih ada pemuda-pemuda yang kritis dan peduli terhadap bangsa ini. Kelompok pemuda kayak gini nich yang memilki kepekaan dan rasa memiliki lingkungan sekitar dan masyarakat yang sedang dirundung masalah sehingga membangkitkan sikap kritisnya. Kemudian pemuda- pemuda ini bergabung dalam sebuah gerakan organisasi yang memperjuangkan nasib rakyat. Insting kepemimpinan dan kepahlawanan mereka terasah disana dan mereka terus bergerak untuk menyerukan perlawanan serta perubahan. Ada yang bergabung dengan gerakan mahasiswa di kampusnya, atau organisasi nasional lintas kampus. Mereka aktif turun kejalan untuk menyuarakan pendapatnya. Nggak cuma di ibukota, di daerah- daerah juga suara protes mahasiswa lumayan lantang terdengar. Kebijakan pemerintah yang tak berpihak pada rakyat kecil menjadi sasaran empuk kaum intelektual muda untuk dikritik. Nggak ketinggalan kebijakan rektor yang di anggap merugikan mayoritas mahasiswa juga di angkat sebagai tema aksi. Namun sayangnya, semangat teman-teman mahasiswa dalam menyampaikan protes seringkali berujung bentrok fisik dengan aparat,seolah kisruh bentrok sudah menjadi bagian dalam setiap aksi mahasiswa (keinget nich ma aksi anti korupsi 9 September 2011 di depan kantor wali Kota Palop ). Padahal boleh jadi kerusuhan dalam aksi tersebut adalah puncak dari kekecewaan terhadap respon pemerintah yang menganggap suara mereka hanyalah angin lalu. Atau mungkin peserta aksinya yang terlalu emosional sehingga mudah terprovokasi oleh oknum mahasiswa yang pengen ada kerusuhan dalam aksinya biar rame githu dan bisa masuk media ...wah... jadi seleb nich..he...he..hati- hati tuch!.
Ada juga teman-teman yang bergabung dalam gerakan-gerakan dakwah. Mereka mengkaji Islam bersama-sama. Nggak cuma nyampe situ aja, mereka pun berdakwah kepada teman-temannya di kampus untuk turut belajar dan menyerukan kepada masyarakat untuk kembali pada syariat Islam secara kaffah. Aktivitas mereka murni hanya aktivitas pemikiran, tanpa menggunakan cara-cara fisik sedikit pun. Mereka dilatih untuk bersikap kritis dalam merespon berbagai problematika umat. Jadi teman-teman tetaplah jadi mahasiswa yang aktivis alias radikal tapi jangan ngasal upssss jangan lupakan kampusnya juga. Terkadang mahasiswa yang aktivis dan tergabung dalam organisasi sering kali tidak peduli dengan kulianya. Upssss apa untungnya coba kalau cuma jadi Public Speaker tapi nggak berisi malu donk.... Jadi aktivis oke akademis tambah oke jadi gabungan keduanya sungguh luar biasa... ( ingat nilai-nilai identitas seorang mahasiswa )

Catatan dari penulis :

Sobat mahasiswa, menjadi seorang organisatoris itu tidak menjadi masalah, tetapi ingat seorang organisatoris juga harus mampu menjadi seorang akademis. Kedua pilihan ini harus diseimbangkan dengan menjadi seorang aktivis sejati. Aktivis sejati adalah mereka yang mampu membela kebenaran dengan pikiran dan tindakan nyata, aktivis sejati adalah mereka yang mampu mengukir prestasi dan mengharumkan nama almamater membawanya hingga ke cakrawala. Aktivis sejati adalah mereka yang mampu menjadi pohon, memberikan keteduhan dan kenyamanan. So.. sobat tentukan pilihanmu sekarang mau jadi yang mana Organistoris, Akademis atau Aktivis???


Jika Anda Ingin Curhat Atau Punya Tulisan Yang Menarik Untuk Di Publish Di Website Ini, Silahkan Kirim Ke boys.madil@gmail.com

8 Responses to "Jadilah Engkau Seorang Aktivis"

  1. sangat inspiratif. tapi aktivis bukan untuk demo sj kerjanya. mlainkan membantu masyarakat.

    BalasHapus
  2. betul itu saudari..terima kasih

    BalasHapus
  3. sy s7 sist. mentng dah jadi mahasiswa demo melulu sambil ngerusak fasilitas negara

    BalasHapus
  4. terima kasih sist,,semoga mahasiswa kedepannya g seperti itu lagi aamiin

    BalasHapus
  5. demo juga perlu kok. itukan salah satu gaya hidup mahasiswa yang aktivis. cuman model demonya saja kiranya yang perlu diperbaiki. semua itu hanya tentang methode. @salam BPI

    BalasHapus
  6. demo memng perlu kak. tp kebiasaan indonesia mahasiswanya anarkis mulu. macam kurg berpndidikan

    BalasHapus
  7. pahami dulu mana mahasiswa aktivis, organisatoris dan akademis. Mahasiswa aktivis itu pandai berorganisasi pandai di bidang akademiknya. Di dalam artikel saya kan ada catatan kita juga harus bela kebenaran dan keadilan dengan cara yang benar. Selama ini saya melihat demo hanya bersikap anarkis saja. Saya juga seorang yang aktif demo dan saya tahu betul bagaimana demo itu sebenarnya :)

    BalasHapus
  8. Demo tidak di larang, namun demo punya aturan.

    BalasHapus