Wajib Tahu ! Revolusi Industri Dari 1.0 Sampai 4.0

0 18

Wajib Tahu ! Revolusi Industri Dari 1.0 Sampai 4.0

Wajib Tahu ! Revolusi Industri Dari 1.0 Sampai 4.0 – Revolusi Industri merupakan perubahan secara besar-besaran dan radikal kepada sistem manusia memproduksi barang. Dimana perubahan revolusi ini telah tiga kali dan dikala ini sedang mengalami revolusi industri keempat. Tiap perubahan ini pasti di ikuti oleh perubahan besar dalam aspek bidang ekonomi, politik, dan tradisi.

Sebelum mengetahui lebih lanjut revolusi industri 4.0 ini, betapa bagusnya kita mengenal revolusi industri 1,2, dan 3. Sesudah mengenal dari 1 hingga 3 lalu kita bisa membahas seputar Revolusi Industri 4.0.

Mengetahui Revolusi Industri

Revolusi Industri 1.0

Revolusi Industri yang pertama terjadi pada abad ke-18 ditandai dengan inovasi penemuan mesin uap yang dipakai untuk pengerjaan produksi barang.

Ketika itu, di Inggris, mesin uap dipakai sebagai alat tenun mekanis pertama yang bisa meningkatkan produktivitas industri tekstil.

Perlengkapan kerja yang mulanya bertumpu pada kekuatan manusia dan binatang alhasil digantikan dengan mesin.

Selain itu, mesin uap juga diterapkann pada bidang transportasi. Transportasi internasional pada masa itu yaitu transportasi laut yang masih memakai kekuatan angin.

Tapi, angin tak bisa sepenuhnya dipercaya sebab dapat jadi angin berhembus dari arah yang berlawanan atau pun tak ada angin sama sekali.

Pemakaian energi angin pada alat transportasi malahan mulai berkurang sejak James Watt menemukan mesin uap yang jauh lebih efisien dan murah diperbandingkan mesin uap sebelumnya pada 1776.

Dengan mesin uap itu, kapal bisa berlayar selama 24 jam penuh kalau mesin uap konsisten ditunjang dengan kayu dan batu bara yang cukup.

Revolusi Industri 2.0

Terjadi di permulaan abad ke-20. Revolusi industri ini ditandai dengan temuan energi listrik. Kekuatan otot yang dikala itu telah tergantikan oleh mesin uap, pelan mulai tergantikan lagi oleh energi listrik.

Meski demikian, masih ada kendala yang menghalangi pengerjaan produksi di pabrik, yakni persoalan tentang sulitnya transportasi.

Di akhir 1800-an, kendaraan beroda empat mulai diproduksi secara massal. Produksi massal ini tak seketika membikin pengerjaan produksinya memakan waktu yang pesat sebab tiap kendaraan beroda patut dirakit dari permulaan sampai akhir di spot yang sama oleh seorang perakit kendaraan beroda empat.

Artinya, untuk merakit banyak kendaraan beroda empat, pengerjaan perakitan seharusnya di kerjakan oleh banyak orang yang merakit kendaraan beroda empat dalam waktu yang beriringan.

Baca Juga : Baca Ini Sebelum Anda Menyesal Membeli Mobil Baru.

Revolusi terjadi dengan terciptanya “lini produksi” atau assembly line yang memakai “ban berjalan” atau conveyor belt pada 1913.

Selain ini membuat pengerjaan progres produksi berubah sempurna sebab untuk menuntaskan satu kendaraan beroda empat, tak dibutuhkan satu orang untuk merakit dari permulaan sampai akhir.

Para perakit kendaraan beroda empat dilatih untuk menjadi ahli dalam mengurus satu komponen saja.

Selain itu, para perakit kendaraan beroda empat sudah men jalan kan pekerjaannya dengan bantuan alat-alat yang memakai kekuatan listrik yang jauh lebih gampang dan murah ketimbang energi uap.

Revolusi industri kedua ini juga berakibat pada situasi militer pada perang dunia II. Ribuan tank, pesawat, dan senjata dihasilkan dari pabrik-pabrik yang memakai lini produksi dan ban berjalan.

Revolusi Industri 3.0

Sesudah revolusi industri kedua, manusia masih berperan amat penting dalam pengerjaan produksi berbagai jenis jenis barang. Sesudah revolusi industri yang ketiga, manusia tak lagi mengendalikan peranan penting. Sesudah revolusi ini, abad industri perlahan-perlahan usai dan abad berita diawali.

Jika revolusi pertama dipicu oleh mesin uap, revolusi kedua dipicu oleh ban berjalan dan listrik, revolusi ketiga ini dipicu oleh mesin yang bisa bergerak dan berdaya upaya secara otomatis, yakni komputer dan robot.

Salah satu komputer pertama yang dioptimalkan di era perang dunia II sebagai mesin untuk menyelesaikankode buatan Nazi Jerman ialah komputer bernama Colossus.

Komputer yang bisa diprogram itu adalah mesin raksasa sebesar ruang tidur yang tak mempunyai RAM dan tak dapat mendapatkan instruksi dari manusia lewat keyboard.

Komputer purba itu cuma mendapatkan instruksi lewat pita kertas yang memerlukan energi listrik amat besar, yakni 8.500 watt.

Baca Juga : Wajib Tahu ! Inilah Perbedaan Kamera Mirrorless VS DSLR.

Namun, kemajuan teknologi komputer berkembang luar biasa cepat sesudah perang dunia kedua selesai. Popularitas semikonduktor, transistor, dan kemudian integrated chip (IC) membikin ukuran komputer kian kecil, listrik yang diperlukan kian sedikit, serta kesanggupan|kecakapan berhitungnya kian canggih.

Revolusi Industri 4.0

Nah, inilah revolusi industri yang dikala ini sedang ramai diperbincangkan. Industri 4.0 merupakan popularitas di dunia industri yang menggabungkan teknologi otomatisasi dengan teknologi siber.

Istilah industri 4.0 berasal dari sebuah proyek dalam taktik teknologi canggih Pemerintah Jerman yang mengutamakan digital pabrik.

Pada industri 4.0, teknologi manufaktur telah masuk pada popularitas otomatisasi dan pertukaran data. Selain itu meliputi metode siber-jasman, dunia maya of things (IoT), cloud computing, dan cognitive computing.

Industri ini sudah merubah banyak bidang kehidupan manusia, termasuk ekonomi, dunia kerja, malahan gaya hidup.

Kehadiran, revolusi industri 4.0 menanamkan teknologi cerdas yang bisa terhubung dengan berbagai
Banyak hal yang tidak terpikirkan sebelumnya, tiba-tiba timbul dan menjadi penemuan temuan baru, serta membuka lahan bisnis yang amat besar.

Selain itu, munculnya transportasi dengan metode ride-sharing seperti Go-Jek dan Grab.Munculnya Marketplace online.

Juga revolusi industri 4.0 memang menghadirkan usaha baru, lapangan kerja baru, dan pekerjaan baru yang tidak terpikirkan sebelumnya seperti sewa mobil,parawisata dan sebagainya.

revolusi industri 4.0 bukanlah suatu kejadian yang mengerikan, justru membuka kesempatan yang kian luas bagi si buah hati bangsa untuk berkontribusi kepada travel perekonomian nasional.

Baca Juga : Jangan Salah ! Inilah Perbedaan Tripod Dengan Monopod.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.