Dinda Tahukah Kau?, Jalan Seorang Kesatria adalah Kesunyian


Maros - SulSel, wahai Dinda yang tersayang, entah siapa pula dinda yang kumaksud karena beta sebenarnya adalah makhluk yang sering berdiam diri ditempat dengan kata bijak berstatus Jomblo. kalau tak ditanya mengapa daku yang wajahnya tak jelek-jelek amat masih juga belum mendapatkan pasangan yang sip chemistrinya agar bisa kimpoy di pelaminan, ya itu, tetap saja jawabanku bahwa  sejatinya menemukan jodoh itu tak seindah yang dibayangkan, bahkan mendjari jodoh yang chemistrinya benar-benar menggigit itu lebih sulit dibanding mengeluarkan eek sewaktu sembelit di WC.

Jalan Seorang Kesatria adalah Kesunyian

*******

Oh, Dinda yang tersayang, 
ini aku Kanda-mu yang selalu setia mempertahankan jati diri, jati diri yang membuat diriku selalu dieluh-eluhkan banyak orang sebagai orang gila yang jarang melirik wanita. bukannya daku ini tak ingin Dinda, kadang pula daku ini kepingin kepincut sama hangatnya kasih sayang wanita lain, hangatnya dekapan pelukan wanita, hangatnya dada wanita, dan nikmatnya bertidur-tiduran dengan wanita. tapi semua itu kukebaskan demi menanti dirimu.

Itu bukti bahwa bahwa aku ini normal Dinda.

Dibanding dengan para LGBT, menyukai sesama jenisnya, yang pria mereka tak ingin melirik wanita karena mereka merasa bahwa pria-lah pasangannya, lalu sebaliknya yang wanita mereka tak ingin melirik pria karena mereka merasa bahwa wanitalah pasangan hidupnya. hal yang absurd memang

*******

Tahukah kau Dinda?
diriku ini jarang melirik wanita tapi bukan berarti aku tak menginginkan wanita, sesekali pandanganku sepintas melihat, hanya ingin melihat apakah dirimu ada disitu?

Apalah kemudian tulisan saya mampu membuat tulisan yang membuat Dinda dikemudian hari terenyuh dan terharu membacanya, sempat pulakah Dinda sering membaca tulisanku ini walaupun aku tak tau seperti apa wajahmu. untuk itu, aku menalarkan kerangkanya ini helai demi helai buat kesetianku berada di jalan sebagai jalan seorang kesatria. bukanlah diriku merasa seorang pahlawan wahai Dinda, tapi aku tetap akan menjaga hatiku bahwa jalanku adalah jalan kesunyian sampai aku telah memilihmu bahwa kamulah kandidat terbaik bagiku.

*******

Dinda cah ayu, 
Sejak aku tau bahwa kamu dan aku kini tak mengenal satu sama lain, aku bertanya-tanya kapankah kita akan bertemu?. ataukah mungkinkah kita pernah bertemu? apakah kau itu temanku, kenalanku, ataukah kau itu sahabatku, ah, sesungguhnya aku tak lagi memiliki sahabat Dinda, aku yakin kamu tak ada disitu.

*******

Dinda cah ayu,
Aku sengaja hidup dalam pola sehat yang teratur, aku tak merokok agar paru-paru-ku selalu bernafas untuk-mu, aku pandai meracik Teh sedikit gula agar darahku tetap bersih, aku selalu berolah-raga pagi agar tubuhku tetap sehat untuk berjumpa dengan-mu, aku selalu mendekapkan raga dan jiwa-ku kepada Tuhan-ku agar aku bisa membimbingmu dikemudian hari.

Tapi apa daya, aku tak terlalu banyak memikirkan rencana masa depan untuk kita nanti, karena Terlalu banyak premis-premis licik di masa depan yang akan membuat ragam rencana kita itu gagal total. Dan jika gagal, hanya ada sebaris rasa kecewa yang menunggu penjelasan basi. Bahwa hidup tak adil. Tuhan tak ada dan tetek bengek dan lainnya.

Aku bukanlah seperti para politisi yang memikirkan sengketa PT. Freepot Indonesia yg selalu merusak alam Papua, aku bukan pula lawan Basuki Tjahaja Purnama yang memperebutkan tahta mahkota besar DKI jakarta. bukan seperti itu Dinda. melihat para politisi saling menggonggong satu sama lain, saling menyindir serang, terasa jijik mata-ku melihatnya.

*******

Padahal kau tau Dinda?, 
kau tahu  dinda. Kita sama-sama harus tahu. Kau pula harus tahu, aku benci merencanakan masa depan. Itu perkara bodoh. Merencanakan masa depan itu bertindak seolah-olah kita Tuhan. Belum lagi repotnya berpikir mengenai hal-hal ini dan itu. Melelahkan.

*******

Dinda cah ayu,
Andaikan aku ini ahok, akan ku lulung lantahkan semua tempat-tempat prostitusi, perjudian tanpa menunggu penjelasan basi walaupun preman kalijodo sekuat tenaga UPS yang dikira FlashDisk. akan ku lulung lantahkan semua tempat incaran para wakil rakyat untuk berselingkuh. akan ku lulung lantahkan semua tempat-tempat prostitusi itu. Karena itu semua agar aku tak tergoda dengan lirikan busuk wanita-wanita lain selain dirimu Dinda, sesungguhnya aku tak ingin berseru-seru dengan wanita lain, Karena aku hanya ingin berseru-seru dengan dirimu.

Demi nyengir hebatnya bapak jokowi, berangan-angan akan dirimu membutuhkan stamina seorang pesepak bola yang dibekukan menteri ceroboh, aku tak akan pernah berhenti berharap seperti apa dirimu nanti.
Untuk mu Dinda yang selalu kucari. Mana tau Dinda yang kucari baca, lalu terharu, terenyuh, dan menguatlah engkau pada cinta-mu yang indah. 

Aaaah, taman Maros. Menyenangkan melihat mendung bergelantungan. Berkuasa melihat hal-hal yang dibenci manusia ketika mereka di perjalanan hanya setitik rintik air. Terasa tersedu nikmatnya hati ini walau disamping masih ada sampah plastik oleh tangan-tangan tak bertanggung jawab.

Sekian..... dan buat kalian, bagi para jomblo-jomblo sehat agar bersegeralah menikah agar tetap sehat dan panjang umur.
Salam santun dariku.


Jika Anda Ingin Curhat Atau Punya Tulisan Yang Menarik Untuk Di Publish Di Website Ini, Silahkan Kirim Ke boys.madil@gmail.com

0 Response to "Dinda Tahukah Kau?, Jalan Seorang Kesatria adalah Kesunyian"

Posting Komentar