Putus Cinta Dalam Islam: Beginilah Penjelasannya


Aduh, lagi-lagi masalah cinta-cintaan tho mas. Anu, ini lho masalahnya ada yang request soalnya, si cungkring nanya gimana tho Hukumnya Putus Cinta Dalam Islam, Si bujangan Mr. M ini kok ya masih bingung ngejawabnya. Maklum sih gue bukan ustadz beneran, biasanya ya cuman dengar apa kata ustadz kondangan.

Berhubung ini masalah yang menarik, yo wiss, kita buka lagi acara tausyiah ini anak muda. Gelar tikar dulu.

Putus Cinta Dalam Islam: Beginilah Penjelasannya

Putus Cinta Dalam Islam

Pada zaman dahuluuuu, gue teringat apa kata si coib yang udah dibalik batu nisan kini. “cinta itu suatu fitrah” (katanya). Cinta emang suatu fitrah, fitrah dalam artian suci. Jadi, jikalau kalian lagi atau sedang merasakan yang namanya cinta, entah itu cinta kepada lawan jenis atau kepada keluarga istri/suami ataupun ibu/bapak maka yha cinta itu adalah fitrah yang datangnya nggak dibuat-buat. Tapi alasannya adalah apakah cinta itu akan fitrah kepada yang namanya pacar? (wajib baca: hukum mengungkapkan cinta kepada wanita yang bukan muhrim)

Gue sih masih ingat kata pak ustadz, “Bersentuhan dengan lawan jenis (apa lagi cipok-cipokan) yang bukan muhrim itu haram nak, haraam”. Jadi sudah bisa diambil sedikit pengertian kan mengenai putus cinta di atas tadi? 

Tapi maksudnya gimana tho?

Jadi gini, pacaran itukan sudah dilarang tho, jikalau kalian sudah merasakan putus cinta itu ya berarti hubungan kalian tidak diridhoi sama Alloh. Ambil hikmahnya sajalah. Nda usah bermuram durja. Mungkin ini jalan yang terbaik buat kalian berdua. Putus cinta itu bukan akhir hidup untuk dijalani, melainkan sebuah ujian, ajian akan apa yang akan kita dapatkan nanti. Ingat lagi kata pak ustadz “fainna ma’al usri yusra, inna ma’al usri yusra” kata pak ustadz artinya gini “Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” 

Putus Cinta Sakitnya Tuh di hati

Setelah terkenal kata sakitnya tuh disini sekarang ada sakitnya tuh di hati, tak bisa ku pungkiri emang sakit hati pembawa masalah, gue teringat suatu lagu yang mengatakan,

“Lebih baik sakit gigi dari pada sakit hati ini”.

Karena memang ya sakit hati emang perih dari pada sakit gigi. Kata empuh cinta jalan satu-satunya mengobati sakit hati ya menangis. Bukanlah si Mr. M ini mengajak untuk bercengeng ria, tapi sekadar ingin mengobati luka yang mendalam asal jangan sampai kalian nantinya jadi manusia bodoh. Ingat lagi, nda usah bermuram durja kisanak?

Menangislah semampu-mampunya, menagis katanya pula bisa mengeluarkan racun dalam tubuh. 

Lalu pertanyaan selanjutnya lagi gini, apa yang kalian dapatkan kalau masih tetap sakit hati?

Akan kah kalian berminum-minum, ataukah bunuh diri, ataukah merokok buat ngilangin pusing pikiran?. Gue sih ogah, kalau putus ya udah putus. Cuek bebek aja. Emang kriteria gue seperti itu, si Mr. Cuek. Gak usah dipikirin panjang lebar.

Ya mungkin hikmahnya lagi kenapa kalian ditakdirkan hari ini buat merasakan yang namanya sakit hati dan patah hati, salah satunya mungkin kurang ibadah kali yha. Secara gitu loh anak muda jaman sekarang kerjanya seluyuran mulu gak ingat Tuhannya, jadi, pantaslah jikalau Allah mengingatkan dirimu akan ingat kepada-Nya. 

Kurang ibadah diantaranya kurang shalat, shalatnya cuman shalat jumat, untung-untung shalat jumat. Gimana kalau shalatnya sekali setahun atau dua kali setahun. Shalatnya cuman hari raya doang. Terus lagi kurang ngaji, percuma wajah tampan dan cantik kalau nggak tahu ngaji. 

Wajah tampan dan cantik tapi buruk ibadah udah biasa, tapi kalau wajah tampan dan cantik sekaligus baik ibadah luar biasa. 

Jadi kesimpulannya apa,

Udah jelas kisanak. Jikalau hubungan sudah haram, maka akan putus di tengah trotoar. Apa pantas kalian masih tetap merasakan sakit hati? Tidak lagi, Now, it's time to clean themselves. Bersih hati bersih jiwa banyak sedekah (kata yusuf mansur). Tinggal nunggu waktunya bahagia saja. Ingat lagi kata diatas dibalik kesusahan akan datang waktunya kebahagiaan. Jadi kalau udah sedih dan susah maka kebahagiaan akan datang. It’s not a goodbye. tinggal move on aja, selesai perkara.

Lanjut,

Putus Cinta Ada Hikmahnya

Putus cinta sih, gak selamanya sedih yah. Banyak untungnya pula, mulai dari dompet makin tebel, pulsa awet, waktu lebih banyak, kebiasaan lebih bebas, dan dapat pacar baru. Hahaha.

Ah, gue gak mau jelasin panjang lebar disini. Tinggal baca saja disini Ini Yang Kamu Rasakan Setelah putus cinta.

Jadi sudah jelas kan?

Gelaran tausyiah kita kali ini cukup sampai disini aja yha kisanak.

Jalan-jalan ke pulau bali
Jangan lupa beli pisang sebaki
Lebih baik sakit gigi
Dari pada sakit hati

Sampai berjumpa lagi anak manis.


Jika Anda Ingin Curhat Atau Punya Tulisan Yang Menarik Untuk Di Publish Di Website Ini, Silahkan Kirim Ke boys.madil@gmail.com

0 Response to "Putus Cinta Dalam Islam: Beginilah Penjelasannya"

Posting Komentar