Cinta Itu Bukan Nyamannya saja, Lalu Apa Sebenarnya Cinta Itu WahaiKisanak?


Cinta Itu Bukan Nyamannya saja, Lalu Apa Sebenarnya Cinta Itu Wahai Kisanak?. Seperti yang ditanyakan oleh the person acap kali melakukan penjajakn cinta, entah itu cinta dalam sepi atau cinta dalam segi atau cinta dalam ranjang (bagi yang sudah ijab qabul). Entah seperti apa yang mereka inginkan tentang cinta ini. Mungkinkah seharusnya cinta ini dibagi, dibagi ke beberapa kisah, kisah ke Tuhan, orang terkasih yang pastinya lagi di bagi ke orang tua, saudara, atau The Right Person mungkin yaitu sangke (sang kekasih). Tapi seberapapun kamu mencari arti cinta pastilah akan mendapatkan rasa sedihnya dan rasa senangnya yang Katanya Cinta Itu ketika merasa nyaman di dekatnya. Betul nggak bray.?

Yaaah, ada saatnya kamu akan menjadi rumput yang gak akan tumbang oleh topan. Dikala kamu sedang di ilir angin maka ada saatnya kamu akan terinjak, terinjak oleh yang namanya cinta-cintaan. Berbicara tentang cinta-cintaan, bolehlah kita menafkahi satu cerita ini agar lebih berwarna perjalanannya.

Seseorang ini yang akan mengejutkan warna cinta-cintaan kalian hingga berujung pada yang namanya the spirit of love.
Cinta Itu Bukan Nyamannya saja

Sebutlah namanya kang dadang (merek dagang yang disamarkan), Kang dadang punya cerita cinta-cintaan yang mesti kita angkat ke layar komputer.

Jika benar adanya kamu merasa kisah ini layak di ceritakan. Maka marilah Gelar tikar, sambil nunggu para sesepuhnya turun gunung senggol dulu teh manis sana. Ayo anak muda kita merapat.!!!!

Kang dadang, sebenarnya kang dadang ini yang dari tampangnya gak setampan amat layaknya artis korea seperti joong kook, entah apa nama artis itu. Maklumlah aku yang bermodalkan komputer jaman modern tapi murah gak murahan hanya mengenal sedikit nama artis.

Kang dadang bukanlah anak pejabat apalagi anak presiden, dan bukan pula anak dari keturunan keluarga bakri group. Walaupun dadang gak setampan yang diperkirakan hanya saja pernah merasakan gundah gulana gegara ulah wanita tangguh sang pujaan hati. Dalam hal ini sebutlah nama merek dagang wanita tangguh ini adalah mawar (nama samaran).

Gue yang masih keturunan keluarga bakri group (masih tetap ngimpi). Pernah diajak kopdar bareng sesama senior, entah mengapa dan seperti apa suasana tiba-tiba dadang memulai pembicaraan mengenai sang pujaan hati.

Konon katanya, kata kang dadang. Mawar dan dadang sudah sekian lama dekat dan makin nempel ibarat prangko. Karena merasa terpikat asmara berkepanjangan maka tibalah saatnya sang arjuna menancapkan panah anggel ke tanah tak bertuan yang dimiliki oleh mawar. Maka seketika itu ibarat Shintesin No Jutsu-nya Ino. Kehidupan mawar telah dirasuki oleh kang dadang. Maka jadilah mereka sepasang kekasih yang dirundung cinta berkepanjangan. Cuma everythink untuk mawar (katanya).

Singkat cerita, setelah menjajaki cinta-cintaan. Maka tibalah saatnya finalized story. Karena keburu asmara dan teman hidup yang tak lain dan tak bukan adalah jodoh teman hidup juga teman tidur. Dadang di ajak ke rumah orang tua si Mawar. Entah seperti apa perasaan gak karuan yang dimiliki dadang seketika itu hanya saja butuh pencerahan sederhana buat ngimbangin apa yang menjadi firasat jadinya.

Yah, seperti yang menjadi ketakutannya, ketakutan dadang bahwa Orang tua si gadis menawarkan lamaran buat si mawar yang pada intinya adalah cepat-cepat membawa rombongan ke rumah mawar biar mereka lebih berhubungan di atas pelaminan.

Karena dadang merasa belum siap, siap akan banyak hal terutama materi. Hingga akhirnya dadang hanyalah ngeles sana sini. Ditambah bekal status dadang yang hanya kerja serabutan bawahan di salah satu kampus sehingga dadang memikirkan mahar, juga makananan keluarganya.

Setelah peristiwa memilukan yang dialami oleh dua insan ini, mawar yang terlalu menaruh harapan besar kepada dadang yang merupakan pejantan tangguh baginya mencoba tegar di atas tiang pondasi hati. Yang katanya merelakan apa yang terjadi dengannya. Tapi kenyataannya topan belum saja sampai mengenai hatinya, air matanya jatuh duluan. Yah, begitulah yang dirasakan mawar. Mawar terasa seperti hilang kenangan dirundung duka mendalam. Apalagi penolakan pejantan tangguh itu ternyata membawanya ke titik jaman siti nurbaya, kalian tahukan siti nurbaya. Begitulah, begitulah jaman sekarang ini masih tetap menganut zaman pejodohan.

Mawar, kata kang dadang lagi. Dijodohkan oleh orang tuanya, pria pilihan orang tuanya, yang mau melamar mawar dengan ikhlas, dan juga tak sepantasnyalah mawar dirundung duka terus menerus dalam kamar yang tak ada guna. Mawar juga butuh move-on. Move on dari perasaan cintanya ke dadang ke pria pilihan orang tuanya.

Lalu, lalu apa. Tibalah sebaran undangan dan bermunculan dimana-mana hingga ke tangan pejantan tangguhnya dulu. Dadang yang pada waktu itu merasa inilah yang terbaik baginya, hanya saja dadang bukanlah sosok dewa, dia hanyalah manusia biasa juga. Ya sudah pasti, ada kegelisahan dan perasaan sedih duka menemani luka carik kalbu. Seketika itu ingatan-ingatan akan janji yang pernah mereka ucapkan terngiang begitu saja di telinga dadang. Walaupun di mulut terucap mungkin itu yang terbaik untuknya. Tapi tetap saja diwaktu dan kala itu hatinya masih belum bisa move on (Baca: Beginilah Hasil Dari Move On Sebenarnya).

Jikalau kalau seperti ini, Siapakah yang akan disalahkan?. Benarlah dadang menolak karena belum punya kesiapan yang cukup baginya. Jangankan mahar, pekerjaanpun belum sempurna baginya. Ditambah lagi belum tentu orang tua mawar menerima seserahan yang dalam bahasa kami adalah panaik dengan sekian yang beberapa receh saja di dalam dompet. Terdengar miris memang.

Bukan pulalah orang tua mawar yang menjadi tersangka utamanya, yang katanya orang tua nggak akan pernah salah. “Itu menurut ibu tercinta aku”.  Sudah pastilah orang tua mawar ingin memberikan apa yang menjadi terbaik bagi anak-anaknya. Dan dengan pilihannya sendiri, ia memberikan dan mengumpulkan kenangan yang baik menjadi indah pada waktunya. Yah, seperti itulah harapan orang tua.

Lalu siapa lagi yang akan disalahkan?, mawar? Bukan. Mawar hanyalah sebuah objek, objek cinta-cintaan yang nggak berdosa. Hanyalah bidadari lugu yang mencoba melihat apa yang terbaik bagi dirinya. Tidak sepantasnyalah mawar yang diduga menjadi tersangka dalam cinta-cintaan yang mereka alami.

Sebenarnya dan seharusnya intinya begini, ehem. Mawar yang nyatanya terbuat lena oleh nyamannya bersama dadang, tapi nyatanya takdir tidak mempertemukan mereka. Hingga mawar bukan lagi mencari nyaman bersama takdirnya sekarang tetapi komitmen. Komitmenlah yang dikelilingi mawar sekarang, ya, keluarga mereka sekarang berkomitmen untuk bahagia bersama. Karena itulah yang mereka butuhkan.

Mungkin kisah yang mereka bawakan menjadi pelajaran bagi kita semua, pelajaran bahwasanya hidup itu tak sesederhana yang kamu perkirakan. Ketika di rahim ibu kamu memaksa keluar melihat dengan mata terbelalak hingga kamu menyakiti diri ibumu. Sesampainya jadinya organ kakimu, sempatnya kamu masih menendang-nendang perut ibu-mu. Hingga kamu keluar memaksa yang membuat ibumu merasa kesakitan yang amat sangat. Lalu apa? Ketika kamu keluar masih saja mencari apa arti cinta itu?

Hah, Hidup ini memanglah klise atau alibi saja. Tak ada yang bisa disalahkan bukan? Maka dari pada itu. Janganlah kamu selalu mencari kesalahan arti dari dunia ini. Emang pada saatnya kamu akan move on menemukan apa yang menjadi dirimu sendiri.

Jadi menurut kisanak bagaimana? Setelah menelisik yang dialami mawar dan dadang. Maka apa yang akan kamu perjuangkan dalam hidupmu wahai anak muda?. Bukankah kamu selalu mengatakan pada dirimu bahwa ingin menemukan jodoh yang mampu memberikanmu apa yang kamu inginkan? Yang katanya mencari nyamannya saja?.

Aku sih ogah berkata seperti itu, yang sebenarnya adalah Sebaik-baik pasangan ialah yang elok dalam perangai dan budi pekerti. Lalu bagaimana jika perangai dan budi pekertinya yang elok ini tak membuat kamu nyaman dan bahagia? Gak bisa kan kamu katakan bahwa cinta itu yang membuat kita nyaman?. Coba sekarang jawab sendiri.

Yang sejujurnya adalah make it simple saja, cinta itu sebenarnya hanyalah sederhana-sederhana saja, kamu hanya dituntut mencari arti cinta maka kamu akan bahagia. Betuuuuuul. (y)

Maka dari pada itu lakukanlah sesuatu, jangan santai bray!!!!!


Jika Anda Ingin Curhat Atau Punya Tulisan Yang Menarik Untuk Di Publish Di Website Ini, Silahkan Kirim Ke boys.madil@gmail.com

0 Response to "Cinta Itu Bukan Nyamannya saja, Lalu Apa Sebenarnya Cinta Itu WahaiKisanak?"

Posting Komentar