HOME
Home » Puisi » puisi baru » puisi tuhanku » Puisi Persembahan Kitaberbagi; Nama-Mu Selalu Baku Di Hatiku

Puisi Persembahan Kitaberbagi; Nama-Mu Selalu Baku Di Hatiku

Posted at April 5th, 2015 | Categorised in Puisi, puisi baru, puisi tuhanku

Nama-Mu Selalu Baku Di Hatiku

karya: Kitaberbagi Comunity

Seperti kuturunkan tangan di atas debu,,

Seraya mengingat nama yang terus kutuju,,

kuangkat tanganku di tengah – tengah udara panas,,

yang meniup dengan doa – doa mahabbah,,

tercetak dimulutku yang setia, melafal disetiap aku melakukannya,,

melekat menguat, membumi pada tanah yang gersang,,

lelah kaki melangkah pada debu – debu yang disinari panas matahari yang membisu,,

selalu melaksanakan kewajiban tepat dan terus dalam 5 waktu,,

Kubakukan nama-Nya dulu, kini, nanti, dan entah sampai kapanpun itu.

Seketika Hembusan angin memberikan kesejukan,,

Kesejukan hati yang gundah,,

dengan terpaan cahaya matahari yang menghangatkan dalam setiap hati yang selalu bergejolak,,

Hati yang damai, tenang, dan bahagia tak akan goyah,,

Kubakukan nama-Nya dulu, kini, nanti, dan entah sampai kapanpun,,

meskipun angin menjadi badai,,

Meskipun cahaya matahari menjadi api,,

Ketika tak ada dosa yang membelenggu, maka alampun akan bersemi,,

Kubakukan nama-Nya dulu, kini, nanti, dan entah sampai kapanpun,,

Bagaimana Puisi ini diciptakan?

Puisi ini diambil ketika berada di musim panas, kebetulan waktu itu si pembuat puisi berada di daerah yang kekurangan air karena musim panas. Musim panas terlalu menyengat dan dia bersandar di tengah rumah panggung sembari memegang kertas puisi dan memulai karyanya.

Dibait pertama tersirat kata debu karena tanah pada waktu itu sangat kering dengan melimpahnya debu-debu kecil yang berterbangan ketika di tiup angin. timbul dipikirannya bahwa ketika tidak ada air untuk menunaikan ibadah shalat maka yang dipikirkan adalah kata tayammum. makanya keluarlah kata menurunkan tangan di atas debu dan mengingat nama yang dituju.

Kita akan bercerita panjang lebar bagaimana puisi ini didapatkan mungkin bisa menjadi pelajaran bagi para penggemar kitaberbagi info comunity dalam menulis puisi. walaupun sang pembuat puisi bukanlah master dalam membuat puisi.

sekarang kita lanjut, pada bait selanjutnya memang pada waktu itu situasi suhu dalam keadaan panas maka kebanyakan pada kata selanjutnya keluar adalah angin dan udara panas.

ada yang paling menarik pada bait puisi selanjutnya, tahukah anda kenapa doa mahabbah tersirat dalam puisi di atas? karena pada saat kata yang akan dikeluarkan ini sang pembuat puisi telah selesai shalat dan berdoa maka timbullah dipikirannya untuk menambahkan doa mahabbah dan setia melafalkannya.

kemudian kata menguat membumi pada tanah gersang, kita sudah tahukan kenapa kata ini keluar, ya ingat penjelasan diatas. musim panas.

Dan sekarang kata inti yaitu 5 waktu dan nama yang baku. kedua kalmat ini saling berkaitan. kalimat itu diambil ketika selesai shalat maka perlunya menambahkan 5 waktu biar makna puisi selalu dalam makna keagamaan.

dan bait – bait selanjutnya itu adalah pelengkap dari sebelumnya dimana ada kata matahari selalu menghiasi, juga tidak luput dari alam. karena sang pembuat puisi merasa bahwa walaupun seberapa panasnya bumi ini maka semua itu adalah hikmah dan berkah dari tuhan.

Moril

Lalu morilnya apa? morilnya sangat sederhana tapi sangat bermakna, yaitu kewajiban kita selaku umat manusia.
Tags :

No comment for Puisi Persembahan Kitaberbagi; Nama-Mu Selalu Baku Di Hatiku

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Post to Puisi Persembahan Kitaberbagi; Nama-Mu Selalu Baku Di Hatiku

Rindu di Ujung Senja; Trilogi Puisi Rindu KarenaNYA

Rindu di Ujung Senja; Trilogi Puisi Rindu KarenaNYA

Posted at August 4, 2015

Rindu di Ujung Senja By GS Deras keluh tak karuan menjejaki sore yang buram entah dimana ku alirkan rasa rindu yang meletup bak kembang... Read More

Engkau Ayah Terhebatku; I Love My Dady

Engkau Ayah Terhebatku; I Love My Dady

Posted at May 3, 2015

Assalamu alaikum sahabat kitaberbagi.info, afwan yach udah lama nich admin kagak nongol-nongol, he..he…. Untuk mengobati kerinduan sahabat kitaberbagi.info, admin akan membagikan puisi terbaru yang baru ditulis... Read More

Jerat Cinta; Sebuah Kepalsuan

Jerat Cinta; Sebuah Kepalsuan

Posted at March 25, 2015

Puisi Jerat Cinta; Sebuah Kepalsuan By: Husna Terbesit sebuah tanyalewat senja dikala petang menyapabagaimana kata-kata terucap dimaknaiseperti penyair menoreh puisisetiap kata tertumpah dari hatitapi... Read More

Di Bawah Langit Makassar 3 “Rindu”

Di Bawah Langit Makassar 3 “Rindu”

Posted at March 19, 2015

puisi tentang langit Di Bawah Langit Makassar 3 “Rindu” Sunyi…Hanya ada angin menari senyapHanya ada gesekan daun rumbai berlaguDan lewat semilirnyaKu titip puisi ini... Read More

Sepucuk Surat Curhat untuk Rasululullah

Sepucuk Surat Curhat untuk Rasululullah

Posted at March 18, 2015

25 April 2011 pukul 20:55 image by: www.mirwans.com Ya Rasullah, ini adalah curhat pertamaku untukmu. Aku seorang mahasiswi semester dua. Katanya orang aku adalah seorang... Read More